7. Realistis
Terima kenyataan benar-benar membantu Anda dan pasangan untuk memiliki keberanian. Perubahan keadaan dalam pernikahan ini pun bisa membuat suami-istri semakin memahami dan menjadi jujur satu sama lain. Diskusikan bagaimana hal ini telah berubah dan bagaimana membuat yang terbaik untuk kehidupan berdua.
Jangan Lakukan Ini Pada Pasangan yang Divonis Sakit Berat
Pasangan yang sakit membutuhkan dorongan semangat. Tunjukkan wajah optimis dan tumbuhkan keyakinan kesembuhannya akan segera terwujud.
1. Wajah Masam dan Lelah
Jangan gunakan kalimat negatif tentang penyakitnya. Atau, bermuka masam di depannya. Yakinkan pasangan kalau Anda akan tetap setia menjaga dan merawatnya walau dia memiliki penyakit.
“Hal ini dapat membantu kepercayaan dirinya kembali untuk dapat sembuh. Jangan berusaha menggurui pasangan, tetapi tunjukkan sikap tegar dan kuat di hadapan pasangan.”
2. Menangis
Bila tak mampu lagi melawan rasa sedih, boleh saja menangis, tapi jangan lakukan di hadapan pasangan.
3. Bicara Hal Negatif
Bila kondisi pasangan yang sakit memungkinkan untuk diajak berbincang-bincang, ajaklah dia membicarakan hal-hal yang menyenangkan. Jangan membicarakan hal negatif didepannya jika malah berdampak buruk.
Lebih baik, “Misalnya, mengenang lagi masa-masa indah saat bulan madu, menceritakan kembali kejadian lucu yang pernah dilalui, atau harapan-harapan yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Membicarakan hal yang menyenangkan bisa membuat mood pasangan menjadi lebih baik.”
Jika membahas soal penyakitnya, pertimbangkan menyisihkan waktu setiap minggu, mungkin 10 menit atau bisa satu jam atau lebih, tergantung pada apa yang dibutuhkan untuk mendiskusikan penyakitnya. Serta bagaimana dampak dari penyakit tersebut.
4. Hak Seksual
Penyakit dan pengobatan yang serius dapat memiliki dampak yang kuat pada fungsi seksual. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya, tak perlu mengakhiri keintiman. Utarakan seperti apa yang Anda dan pasangan inginkan agar sama-sama merasa terpuaskan.






