2. Mental Kuat
Ketika pasangan sakit yang paling penting adalah kesabaran mendampingi. “Karena saat pasangan sedang sakit, ia akan menjadi lebih manja, rewel, atau bahkan marah-marah. Dengan kesabaran, kita dapat tetap mendampingi, merawat pasangan.”
Bersabar juga ketika harus mengantar ke dokter untuk mendengarkan tentang penyakit yang diderita. Persiapan mental harus dimiliki agar tetap tegar dan kuat di hadapan pasangan yang menghadapi penyakitnya.
“Pasangan tentu akan merasa down, sedih, takut. Saat itulah sebagai pasangan harus bisa memberi penguatan.”
Menyambung poin 2, lalu, apa saja yang harus dilakukan atau dipersiapkan saat ke dokter? “Lakukan beberapa persiapan penting, misalnya mengajukan pertanyaan ke dokter.”
Catat pertanyaan penting yang akan diajukan agar tidak lupa atau terlewat. “Tak masalah menanyakan langsung di depan pasangan jika terkait masalah penyakit dan pengobatan.”
Begitu Anda mengetahui lebih jelas mengenai penyakit dan pengobatannya, akan membantu memahami penyakit pasangan. “Kaitannya dengan bentuk perawatan yang akan dilakukan dan diberikan setiap harinya. Tak hanya itu, juga beserta efek samping dari pengobatan yang perlu diketahui. Misal, penyakit kanker melakukan kemoterapi, efeknya rambut dapat rontok.”
Untuk pemeriksaan selanjutnya, rencanakan pergi ke dokter bersama-sama. Tentukan apa yang ingin diketahui masing-masing, siapa yang akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mungkin malah ada yang mencatatnya agar lebih jelas.
Bersikaplah tegas pada dokter agar bersedia menjawab semua keingintahuan Anda dan pasangan. Ketika pilihan pengobatan harus dilakukan, Anda dapat membantu pasangan mengumpulkan informasi dan menimbang pro dan kontranya.





