Nurunin Wanita di Tengah Jalan, Gara-Gara Berantem Kecil

via www.ign.com
Pernah gak melihat sepasang anak muda yang sedang pacaran dijalan, tapi mereka berantem terus si wanita minta turun. Dan yang terjadi pria itu benar-benar menurunkannya kemudian pergi tanpa kembali lagi. Benar-benar pria yang tega, gak kasihan apa. Wanita ditinggal sendiri dalam keadaan emosi.
Inget cara berfikir cowok dan cewek itu sangat berbeda.
Meski dia meminta untuk diturunin jangan sekali-kali menurunkannya. Kalau dari awal sudah menjemputnya maka kamu harus mengembalikannya sampai rumah. Mulailah belajar tanggung jawab, sukur-sukur bertemu orang tuanya dan pamitan pulang.
Pamer Kecantikan Pacar ke Mana-Mana, Tapi Kalau Udah Pamernya Ditinggalin Begitu Saja
Punya pacar cantik cuma seneng buat pamer ke temen-temen biar dibilang pintar nyari pacar cantik. Bagi cowok itu suatu kebanggan tersendiri, berbangga diri itu boleh tapi jangan berlebihan. Kesannya disini wanita hanya dijadikan pajangan yang indah saja, setelah itu dicuekin habis-habisan. Mana ada yang tahan dengan cowok seperti ini.
Dia itu pacarmu bukan lukisan yang bisa dipamerin keaman-mana.
Gak cuma dicuekin bahkan bisa diputusin gara-gara masalah yang jelas. Padahal mau nyari pacar lagi yang lebih cantik. Tipe cowok ini biasanya ngebet banget ngajak wanita untuk selalu ikut main dengan teman-temannya. Kalau gak diturutin ngambeknya gak ketulungan.
Kalau Beneran Sayang Sama Dia Jaga Kesuciannya Dari Nafsumu
Jangan hanya nafsu aja yang selalu diikuti mulu. Cowok hebat itu dia yang tidak berani menyentuh kekasihnya, karena sayang makannya gak mau sesuatu menodainya. Nafsu itu hanya sesaat sensasinya. Kalau sudah sah menikah itu baru boleh.
Meski kalian sama-sama suka tapi hindari deh hal seperti itu. Kamu gak merasa kasihan sama kekasihmu. Coba bayangin deh kalau punya anak wanita terus dia juga mengalami hal yang sama. Sebagai ayah hatimu merasa sakit gak? Anak yang kamu besarkan dengan baik degan mudah begitu saja ternodai oleh laki-laki yang belum akrab denganmu.
Kamu itu macarin orangnya bukan bibirnya.






