11. Mendaki gunung

Mendaki gunung dengan pasangan adalah hal kreatif yang menyenangkan sekaligus memacu adrenalin. Saat mendaki gunung dengan pasangan, saat itulah skala prioritas kalian akan diuji.
Ketika ego, emosi, rasa takut, dan rasa lelah melanda, disitulah kesetiaan dan rasa peduli akan diuji. Apakah dia lebih memperhatikan dirinya sendiri atau memperhatikan kamu.
Namun ada baiknya jika satu sama lain saling memberikan semangat dan motivasi untuk dapat sampai puncak dengan selamat dan sehat. Saling menguatkan akan lebih berarti daripada menuntut untuk dikuatkan.
Mendaki gunung dengan pasangan mungkin akan sedikit ribet, apalagi jika salah satu dari kamu dan pasangan adalah pendaki pemula. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan antara lain :
Pilih medan yang mudah
Jika tahu pasangan adalah seorang pendaki gunung pemula, maka pilihlah gunung yang medannya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu tinggi. Atau kamu mungkin bisa mengawali dengan naik bukit bersama sebagai latihan.
Persiapan mental dan fisik

Persiapan fisik bisa kamu lakukan dengan lari, atau jalan cepat jarak jauh,lakukan secara rutin. Minimal sebulan sebelum melakukan pendakian. Mental juga perlu untuk di bangun, karena mental yang kuat akan mensugesti kamu untuk bertahan dalam kondisi pendakian yang sulit. Mintalah pasangan yang sudah berpengalaman mendaki gunung untuk memberikan semangat dan motivasi terhadapmu.
Mengenali kemampuan fisik
Kamu perlu mengenali sebarapa kuat fisikmu untuk melakukan sebuah pendakian. Jangan karena ingin mencoba hal baru kamu mengabaikan kondisi tubuhmu yang lemah. Meskipun akan mendaki dengan pasangan, tapi dia hanya bisa menjagamu dalam batas kemampuannya. Tidak semuanya bisa digantungkan kepadanya.
Kamu dan pasangan juga perlu mengetahui peraturan yang dibuat di sekitar pendakian. Jangan mencoba hal-hal yang dilarang. Karena larangan dibuat demi menjaga keselamatan selama pendakian.





