JAKARTA – Santap sahur, yang sering kali dianggap sekadar rutinitas sebelum memulai ibadah puasa, memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan dan stamina tubuh sepanjang hari. Banyak umat Muslim memilih untuk melewatkannya, padahal dari sudut pandang kesehatan, sahur menyediakan lima manfaat vital yang tidak dapat diabaikan.
Sebagai ‘bahan bakar’ terakhir sebelum menahan lapar dan haus berjam-jam, sahur membekali tubuh dengan cadangan energi, cairan, dan nutrisi esensial. Melewatkan santap ini berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kelelahan ekstrem, pusing, hingga penurunan fokus dan konsentrasi selama beraktivitas di siang hari.
Kelima manfaat utama sahur yang mendukung kesehatan optimal selama berpuasa antara lain:
- Penyedia Energi Berkelanjutan. Sahur memastikan tubuh mendapatkan asupan karbohidrat, protein, dan lemak yang akan diubah menjadi energi. Tanpa sahur, cadangan energi tubuh minim, menyebabkan kelelahan dan kantuk lebih cepat.
- Penstabil Kadar Gula Darah. Asupan makanan saat sahur membantu mencegah hipoglikemia atau gula darah rendah yang bisa memicu pusing, lemas, dan keringat dingin. Glukosa dari sahur akan dilepaskan secara bertahap sebagai sumber energi.
- Pencegah Dehidrasi. Waktu sahur adalah kesempatan penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum puasa. Konsumsi air putih dan makanan kaya cairan seperti buah dan sayur dapat meminimalkan risiko dehidrasi yang menimbulkan sakit kepala atau lemas.
- Penjaga Kesehatan Pencernaan. Mengonsumsi makanan sebelum subuh membantu lambung bekerja dan mengontrol produksi asam lambung, mencegah nyeri ulu hati, mual, dan gangguan pencernaan lainnya yang sering terjadi saat perut kosong terlalu lama.
- Pengendali Nafsu Makan. Sahur yang bergizi dapat menekan rasa lapar ekstrem menjelang waktu berbuka, sehingga membantu mengontrol porsi makan dan mencegah kebiasaan makan berlebihan yang berisiko bagi kesehatan pencernaan dan lonjakan gula darah.
Dr. Nadia Rahmawati, seorang ahli gizi klinis, menjelaskan, “Sahur adalah fondasi kekuatan tubuh selama puasa. Dengan perencanaan nutrisi yang tepat, sahur tidak hanya mencegah kelelahan, tetapi juga mengoptimalkan fungsi organ dan metabolisme. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang selama Ramadan.”
Oleh karena itu, menjaga kebiasaan sahur dengan menu yang seimbang, kaya karbohidrat kompleks, protein, serat, serta asupan cairan yang cukup, sangatlah penting. Dengan begitu, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih bugar, produktif, dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan.







